Selasa, 04 Juli 2017

Jelajah Alam di Kabupaten Garut-3

1.        Kawah Drajat
Obyek wisata alam di Kabupaten Garut diakui memang sangat beragam  seperti pantai, air terjun, perkebunan teh dan danau (situ). Selain obyek tersebut ada juga yang sebenarnya merupakan tempat energi panas bumi (geothermal) yang dikelola dibawah salah satu anak perusahaan Chevron Texaco, Amoseas Indonesia Inc. Hasil listriknya cukup besar, dan digunakan untuk memenuhi permintaan energi listrik di Jawa-Bali. Tetapi karena lingkungan sekitarnya yang unik dan terdapat pemandian air panas sehingga pada bagian tertentu bisa digunakan sebagai destinasi wisata.






Letak area wisata Darajat berada di dataran tinggi, dan masih cukup asri. Tentunya pada ketinggian tersebut kita dapat menikmati pemandangan indah dengan udara yang sejuk dingin. Tidak hanya itu di sekitar area wisata Drajat terdapat beberapa tempat berendam air panas alami. Salah satu tempt pemandian air panas di area ini yang banyak dikenal adalah Puncak Darajat Garut. Di tempat itu juga tersedia kolam renang dengan konsep berupa taman air yang bisa dinikmati bersama keluarga.






Lokasi kawasan wisata Darajat Garut berada di wilayah Kecamatan Pasir Wangi, kurang lebih 25 Km dari pusat kota Garut. Jika datang dari arah Bandung, setelah sampai di bundaran Tarogong Garut, ambil jalan ke sebelah kanan. Kira-kira 100 meter dari bundaran Tarogong terdapat pertigaan dan ambil arah ke kiri. Lalu ambil jalan ke kanan di pertigaan selanjutnya. Area wisata Darajat terletak satu arah dengan Kampung Sampireun, sehingga mudah untuk dilacak. Papan petunjuk arah pun sudah tersedia sehingga akan memudahkan anda.

2.        Kawah Kamojang
Selain Kawah Drajat, Kabupaten Garut juga mempunyai Kawah Kamojang sebagai sumber penghasil energi panas bumi. Berbeda dengan Kawah Drajat, pengelola kawasan ini adalah Pertamina Geothermal Energy. Kawah ini juga berada di areal perbukitan yang berudara sejuk dingin. Tetapi berbeda dengan Kawah Drajat yang banyak tempat rekreasi air panas, di Kawah Kamojang tidak ada pusat rekreasi seperti itu. Namun demikian pemandangan nan indah baik di perjalanan maupun di pusat area wisata cukup menghibur kita.







Pusat rekreasi Kawah Kamojang sebenarnya hanya berupa jalur hijau dan taman di sela – sela instalasi proyek energi panas bumi. Terdapat juga areal dimana terdapat uap hangat panas yang keluar dari rekahan batuan dan tanah. Air yang mengalir atau tergenang di daerah tersebut tentunya juga bersuhu hangat cenderung panas. Uap air yang keluar dari tanah dan batuan tersebut dimanfaatkan oleh banyak pengunjung untuk menghangatkan diri. Seperti sauna di alam terbuka.






Perjalanan menuju Kawah Kamojang relatif mudah diikuti. Dari bundaran di luar kota Garut kita ambil arah ke Samarang. Selanjutnya di wilayah pasar Samarang kita di arahkan ke Kamojang yang searah juga dengan Taman Mawar. Rambu – rambu penunjuk arah cukup jelas dan tersedia di persimpangan jalan utama. Kita tinggal  mengikuti arah tersebut dan medan jalan yang semula datar kemudian mulai mendaki dengan sudut kemiringan yang lumayan besar. Selain itu juga jalannya yang berliku tapi tidak banyak. Kita akan melewati Taman Mawar, konservatorium burung elang terus jalan hingga sampai di kawah Kamojang.

3.        Kawah Talagabodas
Telaga kawah pada umumnya mengandung unsur belerang yang cukup pekat dan menghasilkan warna biru muda di perairannya sementara bagian tepi daratannya berwarna putih. Beberapa telaga kawah terkenal antara lain Kawah Tangkuban Perahu dan Kawah Putih Ciwidey. Di Kabupaten Garut juga terdapat danau kawah dengan kondisi serupa yaitu di Kawah Telagabodas. Kawah yang terletak di kaki gunung Talagabodas menawarkan keindahan alami karena kawasan yang rimbun ini berbatasan langsung dengan hutan. Lokasi Kawah Talaga Bodas terletak di Desa Sukamenak, Kecamatan Wanaraja. Wilayah ini berada di dalam pengelolaan BKSDA Jawa Barat. Jaraknya hanya sekitar 28 KM dari ibu kota Garut dan relatif mudah dijangkau dengan kendaraan roda 2 ataupun 4.



Untuk menuju ke Talaga bodas bisa menggunakan jalur Bandung – Garut – Wanaraja maupun Bandung – Limbangan – Cibatu – Wanaraja. Apabila kita sudah sampai di pertigaan setelah alun-alun wanaraja ambil jalur ke kanan (dari arah Garut). Saat mendekati lokasi kawah, kita akan bertemu dengan pertigaan dengan beberapa warung disekitarnya. Ada plang kecil petunjuk arah yaitu jalan ke kanan ke arah Talaga Bodas, dan jalan lurus adalah ke arah Tasikmalaya. Dari pertigaan ini kita bisa melihat gunung Sadahurip yang menurut sebagian orang merupakan piramida purba, wallahu alam. Baiknya kita bisa berfoto dengan latar belakang Gunung Sadahurip yang berbentuk piramida.
Dari persimpangan tersebut ke area Talaga bodas sudah tidak jauh lagi. Di areal lokasi tersebut telah disediakan tempat parkir untuk seluruh jenis kendaraan karena areal kawah harus steril dari segala jenis kendaraan. Tidak apa – apa dari tempat parkir ke lokasi kawah hanya berkisar 300 m saja. Warung-warung minuman hanya tersedia di kawasan parkir, karena itu perlu membawa bekal ala kadarnya untuk sekedar pelepas dahaga atau cemilan.








Di areal kawah terdapat beberapa obyek yang bisa dikunjungi. Yang utama tentunya area danau kawah. Air danau berwarna biru bening dengan suhu sekitar 500 C lumayan panas. Disini kita bisa befoto ria dari berbagai sudut. Kita bisa mengelilingi danau kawah dari yang datar sampai yang berbatuan besar. Semua sudut pinggir danau mempunyai daya tarik. Tempat lain yang bisa dikunjungi adalah kolam rendam air panas. Lokasinya berada di sebelah kanan areal kawah. Kolamnya terbuka dan berada di pinggir kawah. Untuk menuju lokasi ini, kita cukup berjalan kaki, meskipun ada juga ojek yang menawarkan diri. Jarak ke kolam ini sekitar 200 meter dan medannya datar.
Obyek lainnya adalah Pancuran Tujuh, yaitu juga kolam rendam air panas yang dilengkapi dengan pancuran bambu sebanyak 7  buah. Kolam ini dipercaya warga sekitar bisa membawa berkah. Hanya saja tempat ini terpisah yang berada di luar areal kawah dan akses menuju kesana adalah menggunakan jalan di sebelah kiri dari area parkir dengan jarak sekitar 1 km.

4.        Kebun Mawar
Taman bunga, orang mengenalnya tempat rekreasi yang indah di Cipanas, Cianjur. Kini, masyarakat Priangan Timur ada pilihan tempat rekreasi sejenis yaitu Kebun MawarSituhapa. Lokasi ini berada di Jalan Kamojang Km 5, Samarang, Garut. Untuk menuju ke tempat ini searah dengan tujuan ke Kawah Kamojang. Lebih mudah mengambil jalan dari bundaran Tarogong, Garut. Dari bundaran tersebut sudah terpampang petunjuk arah menuju Samarang. Sampai di pasar Samarang terdapat simpang menuju Kamojang. Petunjuk arah juga sudah jelas jadi kita mudah untuk mencari jalan. Selain itu petunjuk di mobile GPS juga mudah untuk diikuti.




Setibanya di lokasi Kebun Mawar kita memarkirkan kendaraan yang telah disediakan. Di halaman luar sudah tampak penataan rapih berbagai tanaman hias. Harga tanda masuk ke dalam lokasi adalah Rp. 20.000. Banyak obyek menarik yang bakal kita jumpai disini. Tentunya yang dominan adalah taman bunga, sedangkan yang lainnya adalah pondokan dan tempat istirahat dengan berbagai bentuk. Sedangkan fasilitas rekreasi yang tersedia adalah bungalow dengan berbagai kelas, restoran, toilet dan pusat souvenir. 










Boleh dibilang tempat rekreasi ini didominasi oleh tanaman bunga berbagai jenis. Bunga mawar tentunya banyak dijumpai tetapi dengan padanan tanaman hias lainnya dan ditata sedemikian rupa sehingga memberikan lanskap yang menarik. Secara keseluruhan penataan yang apik, hamparan rumput dan berbagai jenis tanaman hias dan tanaman bungai memberikan sangat menggoda kita untuk berfoto ria di banyak tempat. Udara yang sejuk dingin semakin membuat kita penasaran menjelajah berbagai tempat di Kebun Mawar.

5.        Pusat Konservasi Elang Kamojang
Bersyukur masih ada pihak yang peduli dengan kelestarian fauna di Indonesia khususnya di Kabupaten Garut. Salah satu pihak yang peduli tersebut adalah Pertamina Geothermal Energy yang mendirikan Pusat Konservasi Elang. Burung Elang Jawa termasuk satwa yang dilindungi dan terancam punah ini mempunyai tempat – tempat khusus sebagai habitat mereka, seperti di Gunung Halimun Salak, Lumajang dan Bromo Tengger. Sedangkan di Kabupaten Garut, tempat favorit burung Elang adalah wilayah Gunung Guntur, Papandayan, Talaga Bodas dan Kamojang. Wilayah sekitar Kamojang merupakan tempat migrasi kawanan burung Elang. Keberadaan burung Elang ini patut dijaga karena semakin terbatasnya ruang gerak burung Elang oleh aktivitas manusia.




 


Jenis elang yang dipelihara di konservasi ini adalah Elang Jawa, Elang Brontok dan Elang Ular. Semua elang ini ditempatkan di kandang karantina. Burung elang yang secara medis dan sudah dilatih akan dilepas hidup di alam bebas. Sedangkan yang tidak memenuhi persyaratan itu tetap di kandang pemeliharaan. Kandang pemeliharaan tersebut menjadi sarana edukasi bagi pengunjung dimana perilaku burung Elang dapat diaamati. Namun semua itu tetap dalam kendali konservasi yang mengacu pada standar badan – badan konservasi dunia.
Keberadaan pusat konservasi ini mulai dilirik pengunjung. Karena letaknya dekat dengan Kebun Mawar. Secara administratif tempat ini berada di Kecamatan Samarang. Ya tempat ini memang berada di perbatasan dekat dengan Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung. Bagi pengunjung, disamping tempatnya yang mempunyai panorama sekitar yang menarik, juga merupakan sarana edukasi bagi anak – anak untuk lebih mengenal dan menyayangi satwa langka. Paling tidak bisa mencegahnya dari kepunahan.

6.        Gunung Papandayan
Gunung Papandayan dengan ketinggian 2.665 m dpl mempunyai daya tarik tersendiri bagi yang suka mendaki gunung dan masyrakat umum yang ingin berekreasi di sekitar kawah gunung. Dari 3 gunung utama di Kabupaten Garut (Gunung Cikuray, Gunung Guntur dan Gunung Papandayan), Gunung Papandayanlah yang paling favorit bagi turis domestik maupun asing. Bagi pendaki gunung pemula, Gunung Papandayan merupakan tempat yang cocok karena medannya masih relatif mudah. Sedangkan bagi masyrakat umum, keindahan kawah dengan pemandangan sekitar ditambah udara dingin segar yang menjadi alasan memilih tempat wisata ini. Selain itu areal sekitar kawah juga dapat digunakan sebagai tempat berkemah.
Jalan masuk menuju obyek wisata Papandayan adalah dari jalan raya Garut – Cikajang hingga bertemu dengan pasar Cisurupan. Di samping pasar terdapat jalan masuk yang menuju arah Gunung Papandayan. Kondisi jalan saat ini sudah beraspal bagus. Sepanjang perjalanan kita banyak melihat kebun sayur milik penduduk dengan latar belakang perbukitan sekitar Gunung Papandayan.





Begitu sampai di lokasi wisata kawah Gunung Papandayan kita merasakan dingin segarnya udara dan indahnya pemandangan sekitar. Terdapat area parkir yang luas dan warung – warung minuman di sekitar tempat parkir. Tempat wisata ini secara administratif berada di Desa Sirna Jaya dan Desa Keramat Wangi, Kecamatan Cisurupan. Gunung Papandayan. Pengelolaan kawasan saat ini dikelola oleh swasta. Perbaikan banyak dilakuan sehingga pengunjung lebih merasa nyaman dan menikmati liburan, begitu juga dengan kehadiran penjaga yang memberikan rasa aman. Tentunya ada harga yang harus dibayar yaitu sebesar Rp. 30.000 per orang. Khusus untuk yang akan camping ditambah lagi biaya Rp. 35.000 per orang. Lumayan mahal.








Dari tempat parkir menuju kawah kita harus berjalan kaki sekitar 30 menit melalui areal bebatuan. Tidak ada trek khusus ke tempat ini, jadi kita sendiri yang memilih jalur perjalanan. Sepanjang perjalanan kita dibuat takjub oleh batuan berukuran besar yang berserakan, yang merupakan hasil dari letusan dan aliran lahar. Banyak obyek foto yang bisa diambil sebagai latar belakang.
Kawah Gunung Papandayan berbeda dengan di tempat lain, karena terdapat 14 kawah aktif dengan berbagai ukuran. Kawah Mas adalah yang terbesar yaitu dengan diameter 150 meter. Asap yang keluar dari kawah – kawah tersebut bermacam – macam, ada yang berwarna putih, hijau dan keemasan. Keindahan lain di sekitar kawah adalah hamparan tumbuhan edelweis (Anaphalis Javanica). Mungkin untuk menikmati keindahan seluruh tempat di Papandayan tidak cukup 1 hari karena banyak spot yang indah – indah.

7.        Gunung Cikuray
Gunung Cikuray merupakan gunung tertinggi kedua di Jawa Barat yaitu 2.818 m dpl. Dari bentuknya Gunung Cikuray seperti kerucut raksasa menjulang tinggi kokoh, bila kita melihat dari kota Garut. Gunung berapi tidak aktif (dorman) ini merupakan salah satu tempat pendakian yang favorit di kalangan pendaki gunung. Tingkat kesukaran medan pendakian menjadi daya tarik tersendiri. Tidak heran untuk mencapai puncak gunung membutuhkan waktu 7 – 8 jam dari pos pendakian pertama.



Selain dari itu Gunung Cikuray juga menawarkan tempat wisata alam yang asri dan hening. Memang belum banyak orang yang khusus untuk rekreasi ke tempat ini karena belum ada sarana rekreasi. Kita hanya bisa menikmati suasana indah perkebunan sayur milik penduduk, perkebunan teh Dayeuh Manggung milik PTP dan hutan cemara pinus milik Perhutani. Tapi pemandangan itu semua sudah merupakan keindahan tersendiri, lukisan alam yang mempesona.
Untuk menikmati keindahan Gunung Cikuray ada beberapa titik masuk. Gunung Cikuray berada di wilayah Kecamatan Cilawu, Bayongbong dan Cikajang. Namun dari ketiga tempat tersebut, jalur paling mudah adalah dari Desa Dayeuh Manggung, Kecamatan Cilawu. Dari jalan raya Singaparna – Garut kita akan sampai di simpang Dayeuh Manggung. Kita ikuti jalan aspal dengan kondisi lumayan bagus terus ke atas hingga mencapai tempat yang disebut Pemancar. Pemancar itu sendiri sebenarnya situs bangunan tempat berbagai pemancar stasiun televisi seperti RCTI, SCTV, Indosiar dan TVRI. Tempat ini sekaligus menjadi basecamp pertama bagi pendaki gunung.










Bagi para pendaki gunung, di tempat ini harus sudah menyiapkan perbekalan makanan dan minuman. Karena setelah tempat ini tidak ada lagi warung yang menyediakan minuman. Sedangkan bagi pengunjung umum, tempat ini adalah titik tertinggi yang bisa dinikmati dalam pengertian untuk rekreasi karena perjalanan terus ke atas sudah menjadi konsumsi pendaki gunung alias medannya sudah terjal. Pengunjung yang membawa mobil harus sudah turun tidak lebih dari jam 5 sore, karena kabut tebal akan menyelimuti dan tidak ada penerangan ditambah jalan yang berliku menurun tajam menjadi sangat berbahaya.

8.        Gunung Guntur
Dari kota Garut yang paling jelas terlihat adalah Gunung Guntur karena memang paling dekat jaraknya. Secara administratif Gunung Guntur berada di wilayah Kecamatan Tarogong Kaler. Ketinggian Gunung Guntur sekitar 2.249 m dpl. Meskipun dari segi ketinggian masih kalah dengan Gunung Cikuray dan Papandayan tetapi mendaki Gunung Guntur memerlukan energi yang sangat melelahkan dan medan pendakian yang ekstrim. Kondisi medan berupa tanah berpasir dan batuan berbagai ukuran ditambah lagi kemiringannya yang curam dan di berbagai titik cukup ekstrim, membuat medan ini sangat menantang bagi pendaki gunung.




Di sekitar lereng Gunung Guntur merupakan areal penambangan pasir dan batu baik secara legal maupun ilegal yang membuat lingkungan sekitar menjadi rusak. Truk – truk besar hilir mudik mengakibatikan timbulnya berbagai alur legokan panjang. Gunung Guntur terlihat gersang dibandingkan gunung – gunung lainnya. Hal tersebut karena muntahan vulkanik yang merata, menyapu permukaan lereng sehingga banyak vegetasi mati. Selain oleh sapuan material vulkanik, jarangnya pepohonan juga akibat aktivitas penebangan liar dari oknum masyarakat yang tidak bertanggung jawab. Meskipun demikian, gunung ini menawarkan sejuta pesona baik bagi pendaki gunung maupun masyakat umum.



Bagi pendaki gunung tentunya merupakan tantangan menaklukan medan yang cukup berat dari segi jauhnya jarak tempuk dari bawah hingga ke atas yang relatif terbuka tanpa peneduh. Sedangkan bagi masyakat umum pesona itu terletak di lereng kaki gunung dimana kita bisa melihat kota Garut bahkan kota – kota kecamatan lainnya serta puncak – puncak gunung lainnya bahkan puncak Gunung Ciremai pun terlihat. Selain itu juga terdapat Curug Citiis yang tersembunyi di tengah rimbunnya pepohonan dan semak belukar, bak oase di tengah  gersangnya Gunung Guntur.
Jalan menuju Gunung Guntur relatif mudah. Kita bisa ambil melalui jalur Tarogong atau lewat Samarang, sejalan dengan areal wisata Cipanas. Di jalur ke arah tempat wisata Cipanas terdapat jalan masuk ke arah Desa Tanjung Kidul, Kecamatan Tarogong dimana terdapat pos pendakian. Di tempat ini kita mendaftar terlebih dahulu. Ini penting sebagai kontrol petugas bila terjadi apa – apa. Di tempat ini kita menitipkan kendaraan atau di halaman penduduk sekitar. Sebab ketika kita mulai berjalan ke atas tidak mungkin kita menaruh kendaraan di sembarang tempat.








Proses selanjutnya kita harus nebeng truk dengan tentunya bayaran sesuai kesepakatan, dengan kisaran Rp. 10.000 - 20.000 per orang. Ya, dibandingkan kalau jalan kaki harus menempuh 2 jam jalan tanpa henti ke tempat awal pendakian dengan medan yang terjal dan berbatuan. Ketika berangkat di atas bak truk kosong mungkin membutuhkan nyali karena jalannya truk agak cepat menerjang medan berat membuat kita terguncang – guncang dengan perasaan khawatir takut terlempar. Akhirnya kurang dari setengah jam kita sampai di tempat yang dituju. Kalau bisa kita sampai ke titik tertinggi lereng atau penambangan material. Di tempat inilah kita benar – benar dibawa suasana senang bercampur aduk dengan rasa kagum, bangga, dan sebagainya. Benar – benar ciptaan Alloh tiada bandingannya, kita tidak ada apa – apanya.
Bagi yang ingin menikmati rekreasi alam lainnya, perjalanan diteruskan ke lokasi Curug Citiis yang masih harus hiking sejauh 1,5 km dengan kondisi medan yang cukup melelahkan. Informasinya bisa dibaca di bagian Curug Citiis. Sedangkan bagi yang ingin terus mendaki perjalanan diteruskan ke arah Curug Citiis dan dilanjutkan dengan pendakian. Bisa juga langsung melalui lereng savana yang terhampar setelah lereng gunung. Melalui jalur ini lebih terasa menguras tenaga karena tidak ada tempat berteduh. Pada umumnya pendakian lebih banyak melalui jalur ke arah Curug Citiis.

9.        Pemandian Cipanas
Salah satu andalan pariwisata Kabupaten Garut adalah pemandian air panas Cipanas yang berada di Kecamatan Tarogong. Kawasan pariwisata tersebut sudah sangat melekat dengan pariwisata Garut. Kalau belum ke Cipanas belum lengkap jalan – jalan di Garut. Petunjuk arah menuju lokasi air panas mudah ditemukan sehingga dari arah manapun di kota Garut mudah ditelusuri.
Pemandian air panas yang tersedia juga beragam jenis dan kelasnya. Ada pemandian dalam bentuk kolam atau kamar. Bahkan banyak juga kamar hotel yang sudah lengkap dengan tempat mandi air panasnya. Kelas hotel yang ada juga beragam dari hotel berbintang hingga kelas melati. Soal pilihan makanan atau minuman di sekitar Cipanas juga banyak pilihan restoran atau cafe, begitu juga tempat hiburan seperti karaoke keluarga.





Pada waktu liburan tempat pemandian ramai dikunjungi sehingga kita harus bersaiang mendapatkan tempat. Seringkali bila tidak pesan sebelumnya kita gagal mendapatkan tempat yang diinginkan sehingga mau tidak mau kita harus bergerilya mencari tempat. Tetapi kalau untuk weekend biasa tempat sewa kamar atau pemandian yang ada masih bisa menampung.

10.    Candi Cangkuang
Candi di Jawa Barat tidak sebanyak dan semegah dibandingkan yang ada Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur. Salah satu candi di Provinsi Jawa Barat, tepatnya di Kabupaten Garut adalah Candi Cangkuang. Candi yang diperkirakan dibangun pada abad VIII merupakan candi Hindu pada masa kekosongan antara Kerajaan Tarumanegara dengan Kerajaan Pajajaran.
Setelah masa penyebaran agama Islam di Tatar Sunda, wilayah sekitar Candi Cangkuang menjadi salah satu pusat penyebaran agama Islam di wilayah Garut dan sekitarnya. Adalah Arif Muhammad yang menjadi penyebar agama Islam di wilayah sekitar Garut. Atas jasanya itu masyarakat memberi gelar Eyang Embah Dalem Arif Muhammad. Tidak hanya itu Arif Muhammad juga membangun perkampungan muslim yaitu Kampung Pulo. Perkampungan tersebut hingga sekarang masih ada lengkap dengan perangkat budayanya seperti di Kampung Naga di Tasikmalaya.





Untuk menuju Candi Cangkuang yang berada di Desa Cangkuang, Kecamatan Leles cukup mudah. Dari jalan raya Bandung – Garut, di wilayah Kecamatan Leles terdapat jalan masuk yang ditandai dengan plang petunjuk arah ke lokasi wisata tersebut. Selanjutnya tinggal mengikuti jalan lingkungan kita akan sampai di lokasi Candi Cangkuang. Disini kita bayar retribusi karcis masuk dan menyewa rakit menuju pulau di tengah situ.
Ya, Candi Cangkuang dan Kampung Pulo memang berada di sebuah pulau yang luasnya 16,5 Ha. Tetapi sekarang ini hanya bagian Utara saja yang terpisah oleh air, sedangkan bagian Selatan karena terjadi sedimentasi akhirnya sudah bersatu dengan daratan dan diusahakan sawah. Candi Cangkuang merupakan candi tunggal dengan tinggi sekitar 8 m dan di bagian dindingnya tidak ada relief, hanya susunan batuan saja. Meskipun demikian bentuk arsitek candi cukup indah. Sebenarnya candi tersebut tidak sepenuhnya asli, yaitu hanya 40 % saja karena banyak batuan yang hilang atau tidak ada di sekitar candi.









Bangunan utama lainnya adalah perumahan masyarakat adat Kampung Pulo yang didiami oleh masyarakat adat setempat. Selain itu juga terdapat museum mini dan pendopo. Salah satu yang harus diketahui adalah tumbuhnya pohon pandan yang oleh masyarakat setempat disebut cangkuang (pandanus furcatus). Dari nama inilah penamaan candi dan juga desa dimana candi tersebut berada. Daun cangkuang saat ini merupakan salah satu bahan untuk pembuatan berbagai kerajinan seperti tudung, dompet, tas, tikar, dan sebagainya.

11.    Taman Satwa Cikembulan
Tidak kalah dengan kota – kota besar di Pulau Jawa, Garut juga mempunyai kebon binatang sendiri yaitu Taman Satwa Cikembulan. Dibandingkan dengan kebon binatang di kota besar memang lebih sedikit koleksi satwanya tetapi cukup memadai untuk taman rekreasi keluarga. Taman Satwa Cikembulan terletak di Kampung Jati, Desa Cikembulan, Kecamatan Kadungora. Jangkauan ke lokasi wisata ini relatif mudah. Jalan masuk ke Cikembulan tidak jauh dari pusat kota kecamatan Kadungora. Di pinggir jalan sudah ada plang petunjuk arah sehingga memudahkan pelacakan lokasi. Jalan menuju ke tempat ini relatif bagus meskipun agak sempit.







Di lokasi Cikembulan tersedia tempat parkir yang sayangnya kurang luas. Pada saat musim liburan kendaraan terpaksa parkir di daerah sekitar kebon binatang. Harga tiket masuk Rp. 12.000 lebih mahal dibandingkan dengan di kebon binatang di kota – kota besar. Taman Satwa Cikembulan semula adalah villa dengan beberapa koleksi binatang tetapi kemudian berkembang menjadi kebun binatang mini. Peresmian menjadi kebun binatang pada tahun 2011 oleh Wagub Jabar, Dede Yusuf.  Saat ini jumlah koleksi cukup beragama yaitu sebanyak 40 spesies. Beberapa diantaranya menjadi hewan favorit seperti harimau sumatera, macan tutul, burung kasuari, burung cenderawasih, dan sebagainya.
Fasilitas rekreasi yang ada di dalam Taman Satwa Cikembulan tergolong baik, seperti gazebo dan pondokan, taman, kolam untuk hewan unggas, playing ground dan arena mobil mini (ATV). Penataan tempat satwa juga bervariasi, tidak hanya kandang kotak. Beberapa kandang diberi variasi pepohonan dan sebagainya. Bahkan untuk lokasi lutung dan siamang dibuat seperti di alam bebas. Pengunjung akan puas melihat keragaman koleksi dan keindahan tempat.

12.    Situ Bagendit
Kisah asal mula Situ Bagendit mungkin menjadi penarik masyarakat untuk mengunjungi tempat ini disamping tentunya pemandangan sekitarnya yang indah. Tempat situ ini berada di Desa Bagendit, sesuai nama tempat, Kecamatan Banyuresmi. Tidak jauh dari kota Garut dan mudah dijangkau karena jalan menuju kesana sudah diaspal bagus.Untuk menuju ke tempat ini adalah dari kota Garut mengambil jalan ke arah Wanaraja. Selanjutnya tinggal mengikuti petunjuk arah yang tersedia di titik – titik tertentu sehingga tidak sulit mengikutinya.





Sayangnya akibat dari sedimentasi luas perairan Situ Bagendit berkurang banyak dibandingkan pada masa lalu. Pada masa lalu Situ Bagendit masih cukup luas dan sangat indah sehingga banyak orang Belanda dan kaum menak menikmati suasana alam itu. Sekarang ini Situ Bagendit tetap menjadi tempat wisata favorit bahkan wajib dikunjungi bagi wisatawan luar Garut.






Sarana rekreasi yang tersedia adalah area parkir yang cukup luas, pondok dan gazebo untuk isitirahat, playing ground, warung makanan dan minuman. Mungkin yang menjadi obyek favorit adalah sampan bambu dan wahana air lainnya. Pengunjung lebih merasa puas bila sudah menaiki wahana air keliling danau. Beberapa nelayan yang berupaya menjaring ikan menjadi pemandangan tersendiri.

13.    Lapangan Golf Ngamplang
Pada masa kolonial Garut sudah menjadi tempat wisata favorit. Bila Bandiung dijuluki Parijs van Java, maka Garut adalah Swiss van Java. Tidak heran penyebutan itu karena Garut memang bak negara Swis, dikelilingi oleh bukit dan gunung, pepohonan yang rimbun dan bunga – bunga indah merekah. Charlie Chaplin aktor terkenal Amerika Serikat bahkan pernah mengunjungi Garut. Nah, salah satu tempat menginap aktor terkenal tersebut berada di Desa Ngamplang, Kecamatan Salawu. Tempat ini lebih dikenal dengan nama Lapangan Golf Ngamplang. Lokasinya berada sekitar 10 km di luar kota Garut dan berada di jalur Tasikmalaya – Garut.



Di tempat itu memang yang utama adalah lapangan golf, meskipun lansekapnya masih sederhana tetapi lumayan bagus karena udaranya yang sejuk dingin dan pemandangan indah dari atas bukit. Bagi masyarakat umum tersedia semacam taman rumput dengan pepohonan besar dan berbagai tanaman hias. Sangat cocok untuk botram (makan – makan dengan bekal bawaan).

14.    Lapangan Tembak Sudrajat Cikajang



Lapangan khusus untuk latihan menembak memang tidak digunakan untuk sarana rekreasi. Namun lapangan yang berada di pinggir jalan sering digunakan pelancong hanya sekedar untuk melepas lelah atau botram. Tempatnya memang sangat mendukung karena pemandangan sekitar yang masih asri dan hawa perbukitan yang segar sejuk. Beberapa event tertentu pernah memanfaatkan lapangan ini tentunya setelah berkoordinasi dengan kesatuan militer yang memiliki lapangan tersebut.

15.    Batu Numpang
Perjalanan jalur Cikajang – Pameungpeuk sangat menyenangkan disamping pemandangan yang indah juga udaranya yang segar. Berbagai jenis lanskap terhampar seperti perkebunan teh, kebun sayur, hutan pinus, dan sebagainya. Disamping berbagai pemandangan indah kita akan menemukan pemandangan unik dan tentunya instagrammable yaitu adanya sebuah batu besar yang diberi nama Batu Numpang. Tidak ada plang nama resmi di sekitar lokasi tetapi nama itu sudah terkenal di kalangan wisatawan. Banyak orang berhenti di sekitar lokasi itu dan mengambil gambar dari berbagai sudut.




Kita bisa parkirkan kendaraan, yang paling aman adalah di depan warung – warung minuman. Di sembarang pinggir jalan akan mengganggu lalu lintas. Yah, hitung – hitung istirahat di warung sambil menikmati pemandangan Batu Numpang. Harga makanan dan minuman juga masih tergolong wajar. Pemandangan seberang Batu Numpang juga tak kalah indah yaitu perkebunan teh.



Selain Batu Numpang, yang merupakan batu yang paling besar terdapat juga batuan besar di beberapa lokasi. Meskipun tidak sebesar Batu Numpang tapi tidak kalah keren berfoto di batu – batuan atau sebaliknya mengambil gambar pemandangan di seberangnya. Pokoknya jangan sampai kehilangan momen mengambil gambar di sekitar Batu Numpang.

16.    Perkebunan Teh
Kabupaten Garut termasuk salah satu wilayah penghasil komoditi teh. Keberadaan perkebunan teh memberikan berkah bagi Pemerintah Kabupaten dan masyarakatnya karena disamping produk komoditi teh masih diminati pasar, panorama indah perkebunan teh menjadi daya tarik pariwisata. Perkebunan teh di Kabupaten Garut tersebar di beberapa kecamatan yang memiliki medan berbukit. Perkebunan teh di Kabupaten Garut dapat dijumpai di beberapa kecamatan antara lain Cikajang, Cilawu, Cisurupan, Cigedug, Cisompet dan Pamulihan. Pemilik dan pengelola kebun teh terdiri dari BUMN (PT Perkebunan VIII), perusahaan swasata dan masyarakat.



Perkebunan Teh Cikajang



  

Perkebunan Teh Cisompet




Perkebunan Teh Cilawu

Bagi anda yang ingin menikmati segarnya udara dan indahnya panorama perkebunan teh, terdapat banyak pilihan tempat. Dari kota Garut ke arah Tasikmalaya, anda dapat melihat perkebunan teh di Dayeuh Manggung dan perkebunan Satria di Kecamatan Cilawu. Ke arah Garut Selatan kita bisa menikmati keindahan alam perkebunan teh dan kesegaran udaranya di Kecamatan Cisurupan, Cikajang, Cigedug dan Cisompet. Di pertigaan Cikajang, apabila ambil jalan ke kiri adalah arah Bungbulang, perkebunan teh dapat dijumpai di wilayah sebagian Kecamatan Cikajang dan Pamulihan. Seluruh perkebunan teh di Kabupaten Garut tersebut memiliki keindahan tersendiri. Karena itu apabila melintas wilayah perkebunan, tidak ada salahnya singgah sebentar untuk beristirahat, botram dan berfoto ria.

17. Perkebunan Karet
Selain perkebunan teh, perkebunan karet juga menawarkan pemandangan yang asri dan suasana udara yang hangat segar. Meskipun udara di wilayah perkebunan karet tidak sedingin di perkebunan teh, tetapi beristirahat di sekitar wilayah kebun karet juga tidak kalah mengasyikkan. Tentunya kita harus memiliki lokasi, yaitu di pinggir jalan dan kalau bisa di warung. Untuk alasan keamanan saja, karena banyak orang mengasosiakan dengan peluang kriminalitas di tempat yang sepi.




Salah satu tempat di wilayah perkebunan karet yang layak untuk berisitirahat adalah perkebunan Miramareu, yang terletak bersebelahan dengan Leuweung Sancang. Kebun karet milik PT Perkebunan VIII wilayahnya mulai dari sekitar perbatasan Kabupaten Tasikmalaya – Garut hingga mendekati pusat kota Kecamatan Cibalong. Di sepanjang jalan provinsi terdapat banyak warung minuman yang letaknya tersebar. Di warung minuman atau areal sekitar jalan masuk kampung kita dapat beristirahat atau mengambil foto, dan sebagainya. Di pertengahan wilayah perkebunan Miramareu, tepatnya di Desa Sancang, terdapat jalan menuju Cagar Alam Leuweung Sancang. 

18.    Situs Kabuyutan Ciburuy
Cerita Prabu Siliwangi dan Kerajaan Pajajaran sudah melegenda di masyarakat Jawa Barat. Prabu Siliwangi dan anaknya Prabu Kian Santang dikenal suka melakukan perjalanan dan menetap dalam kurun waktu tertentu di berbagai wilayah Jawa Barat. Bekas tempat tinggal sementara Prabu Siliwangi atau Prabu Kian Santang kemudian berkembang menjadi semacam situs yang dihormat atau dalam istilah bahasa Sunda adalah situs kabuyutan. Kabuyutan juga bisa diartikan sebagai tempat dimana sang raja bersemedi atau semacam tempat untuk menyusun kekuatan.



Salah satu situs kabuyutan di wilayah Kabupaten Garut adalah Situs Kabuyutan Ciburuy. Situs sejarah yang terletak di Desa Pamalayan, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut. Letak tempat ini mudah dikunjungi, yaitu berada dekat dengan pusat Kecamatan Bayongbong. Jalan masuk ke lokasi ini ditandai dengan plang ukuran sedang dan selanjutnya kita terus mengikuti jalan utama yang ukurannya agak sempit meskipun beraspal bagus. Kurang lebih 3 km kita akan melewati medan yang mulai menanjak dan masuk wilayah perbukitan dengan pemandangan sawah dan kebun sayur terhampar indah.
Kendaraan roda 4 mendekati situs harus pelan – pelan karena jalan sempit. Apabila tidak banyak pengunjung kita bisa parkirkan kendaraan di tempat parkir yang sangat terbatas. Tempat pertama yang kita kunjungi adalah rumah penerimaan tamu sekaligus rumah kuncen yang disebut dengan Bumi Patemon. Selanjutnya apabila sang kuncen berkenan akan mengantarkan kita menjelaskan seluk beluk dan sejarah Situs Ciburuy ini. Tidak ada salahnya kita menggunakan jasa mereka agar lebih banyak informasi diperoleh.






Di dalam situs yang lebih menyerupai kebun bambu terdapat 2 bangunan yang dijadikan tempat barang – barang pusaka selain sebagai tempat – tempat kramat. Suasana sekitar rindang dan berudara segar. Tidak seberapa luas, sekitar 1 hektar sehingga tidak terlalu lelah mengitari situs ini.
Untuk informasi mengenai Situs Kabuyutan Ciburuy dapat berkunjung ke alamat situs Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, yaitu : http://www.disparbud.jabarprov.go.id/wisata/dest-det.php?id=468&lang=id

19.    Lapangan Uji Roket LAPAN




Berada di wilayah depan jalan menuju Pantai Santolo. Meskipun tidak ada yang khusus sebagai obyek wisata, tetapi pemandangan lapangan rumput dan laut dari kejauhan mungkin bisa menjadi obyek foto. Di depan gerbang perkantoran LAPAN terdapat obyek roket yang sering dijadikan obyek pemotretan masyarakat.

20. Resort Wisata
Kabupaten Garut seperti halnya Kabupaten lain di Jawa Barat yang banyak dikunjungi wisataawan,  memiliki sederet resort wisata terkenal dan memiliki daya tarik tersendiri. Daya tarik tersebut adalah obyek rekreasi, pemandangan sekitar, fasilitas akomodasi hingga kuliner yang tersedia. Semua itu termasuk pertimbangan wisatawan untuk datang berkunjung. 






Salah satu resort wisata yang ramai dikunjungi adalah Kampung Sampireun. Sebuah resort wisata di jalur menuju Kamojang, menyediakan fasilitas bungalow, restoran dan yang menjadi ikonnya adalah danau buatan. Disini, pengunjung benar - benar dimanjakan oleh indahnya panorama dan segarnya udara. Pada masa liburan panjang kalau kita hendak bermalam atau bahkan sekedar makan di restoran saja harus sudah memesan tempat terlebih dahulu karena ramainya pengunjung. 
Alamat Kampung Sampireun adalah di Jl. Raya Samarang Kamojang Km. 4, Ciparay, Desa Sukakarya, Kecamatan Samarang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar